Hamukti Wiwaha
Pupuh II; Syair pinangan adinda
Oleh : Roni Basa
Grage, 04 Rabiul Akhir 1429 19:37:14
Sudah masuk wulan papat …
Setiap nafas yang dihembuskan murca ditelan udara , tanpa sisa
Memanjat mantra mendaki tiap anak tangga nabastala
Rapalan tentang sikap seorang sudra yang memaku takdir tetap pada pijaknya
Kala dulu mewartakan duka tercabik jelita
Hanya kepada aksara dalam larik syair semuanya meruah
Membungkam seluruh bramantya yang bersemayam pada sukma
Hingga kelak sumringah datang
Perbawa pawarta layu-layu memang shahih terjadi sesungguhnya
Atas asmara yang terjalin syahdu dari sudra untuk sang dara
Awal dari kabut renjana turun semilir dari tahta nirwana
Langkah gemayu mendetingkan nada selaksa
Menyapa laku lampah sudra agar menjelma sebagai satria
Nyata sudah akhirnya merupa pideksa
dokumen lengkap ikuti link di bawah ini:
November 19, 2010 at 1:59 pm
nama blog nya bagus,mengingatkan pada novel gajah mada